Shortlink

(Untitled)

Gustian, Dian, dan Eko di UNJ
Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil menjuarai lomba debat sosial politik tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Universitas Negeri Jakarta (UNJ), (29-30/9), dihadiri beberapa perguruan tinggi di tanah air, diantaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), International University Liaison Indonesia (IULI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Jaya Baya, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI, Universitas Hasanudin (UNHAS), Universitas Islam Negeri (UIN) SYARIF HIDAYATULAH, dan UNY.

Ketiga mahasiswa perwaklan dari UNY adalah Listiady Gustian dari Prodi Manajemen Pendidikan, Eko Siam Muwardi dan Dian Isnawati dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi. Lomba debat kali ini mengangkat tema besar sosial politik, dengan sub tema ekonomi, sumber daya, pendidikan, kemaritiman, dan sosial politik. UNY meraih juara setelah mengalahkan IULI di babak penyisihan, Universitas Hasanudin (babak perempat final), STEI SEBI (babak semifinal), dan IPB (babak final). Pertanda kemenangan tim UNY mulai tampak setelah berhasil mengalahkan STEI SEBI di semifinal yang notabene adalah calon kuat peraih juara di lomba kali ini. Di babak final yang berlangsung di Aula Maftuhah UNJ, debat antara UNY dan IPB berlangsung sangat meriah. Masing-masing tim mengeluarkan semua argumen untuk memperdebatkan topik “pengampunan pajak”. Akhirnya tim UNY berhasil unggul tipis atas tim IPB (selisih 3 poin) sehingga mengantarkan TIM UNY menjadi juara lomba debat sosial politik nasional 2016 tersebut.

“Kami tidak menyangka mampu menang padahal kami dari kampus pendidikan,” kata Gustian saat diminta pendapatnya. Walau mereka berasal dari kampus pendidikan, namun dewan juri tidak meragukan kemampuan mereka dalam menganalisis masalah ekonomi, demikian dikemukakan para juri saat sesi komentar setelah pertandingan final. Eko Siam mengaku sangat bersyukur atas anugerah Allah SWT yang telah memberikan kelancaran. “Kami memang berasal dari kampus pendidikan, namun kami selalu berdiskusi mengenai masalah sosial politik, terlebih saya masih menjadi pengurus BEM FE UNY,” tambah Eko Siam setelah mendengar pengumuman tersebut. Ketiga anggota tim debat UNY tersebut sekarang masih menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) di UNY walau dengan ormawa yang berbeda-beda.

Selain menghasilkan juara debat, dalam perlombaan tersebut juga menghasilkan pembicara terbaik atau best speaker. Urutan pertama diraih oleh M. Indra dari IPB, kemudian urutan kedua dan ketiga diraih oleh tim UNY yakni Eko Siam Muwardi, dan Listiady Gustian. Menurut mereka, sedikit penghargaan ini didedikasikan kepada Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA. “Karena ini adalah akhir dari periode beliau dalam memimpin di kampus kami, dan piala ini juga didedikasikan kepada seluruh mahasiswa bidikmisi UNY agar tetap membidik prestasi agar mampu memotong rantai kemiskinan, juga kepada almamater dan kawan-kawan di kampus agar tetap berprestasi mengharumkan UNY,” tutup Eko. (dian/fadhli)
Sumber: http://www.uny.ac.id/berita/mahasiswa-bidikmisi-uny-juarai-lomba-debat-sosial-politik-tingkat-nasional.html

Shortlink

Mahasiswa Bidik Misi UNY Lakukan Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Salam

IMG-20161022-WA0004
Magelang, 22 Oktober 2016, puluhan mahadiksi dan pengurus FOMUNY mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Salam. Semangat dan kesadaran untuk berbagi menjadikan para mahadiksi FOMUNY termotivasi untuk mengadakan kegiatan tersebut. Akses perjalanan dari kampus UNY ke panti asuhan tersebut ditempuh dengan menggunakan bis UNY dan memakan waktu sekitar 45 menit.
Pukul 10.00 para mahadiksi berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam acara bakti sosial, termasuk bantuan atau donasi dalam bentuk barang dikemas secara rapi untuk mempermudah saat membawa. Sekitar pukul 11.00 para mahadiksi dan pengurus FOMUNY berangkat menuju panti asuhan dengan menggunakan bis UNY, acara bakti sosial tersebut dimbing oleh Bapak R. Dedy Herdito, S.E., M.M.
Sekitar 45 menit perjalanan, para mahadiksi FOMUNY sampai di panti asuhan, para mahadiksi segera mengambil air wudlu dan melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah. Setelah beberapa menit beristirahat, acara dilanjutkan dengan acara inti yang diselenggarakan di lantai dua panti asuhan. Acara inti tersebut dimulai dengan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari koordinator FOMUNY Bangun Tri Sudiatno (mahadiksi Fakultas Teknik 2014), dilanjutkan sambutan dari Bapak Dedy, yang inti dari sambutan tersebut adalah memotivasi anak-anak panti untuk terus mengembangkan minat dan bakatnya serta meningkatkan prestasinya agar nantinya bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan dengan Beasiswa Bidikmisi.
Acara yang selanjutnya adalah sambutan dari pengurus Panti asuhan Muhammadiyah Cabang Salam, yang diwakili oleh Bapak Nur Wahid dan Bapak Wiji. Beliau berdua menceritakan tentang sejarah awal berdirinya panti asuhan tersebut. Garis besar dari sambutan tersebut yaitu berbagi itu adalah hal yang baik, yang bisa dilakukan oleh semua orang, walaupun kita bukan berasal dari orang yang mampu, karena berbagi itu tidak harus berupa barang yang bagus, baru, tetapi berbagi itu bisa dberupa barang yang bagi kita tidak berguna tetapi bagi orang lain sangat bermanfaat. Selain itu, anak-anak diharapkan mempunyai mimpi karena kesuksesan berasal dari mimpi.
Pukul 1.40 acara dilanjutkan dengan motivasi dan pengenalan Bidikmisi oleh Teguh Arifin (mahadiksi Fakultas Teknik 2013). Motivasi yang disampaikan sangat menginspirasi anak-anak, inti dari motivasi tersebut adalah walaupun kita berasal dari keluarga kurang mampu, kita harus tetap mempunyai dorongan niat dan kemampuan untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi, apalagi ditambah dengan adanya dorongan keluarga pasti lebih bersemangat lagi. Pesan Beliau jika kita mempunyai cita-cita atau mimpi, kita harus mantep, sehingga tujuan kita jelas, dan prestasi kita akan meningkat dan berhenti mengatakan impossible tetapi katakan I’m possible.
Acara tersebut diselingi dengan istirahat dan sholat asar secara berjamaah. Selesai sholat, para peserta dan panitia kembali lagi ke tempat semula dan melanjutkan acara tanya jawab, diskusi, dan hiburan. Acara selanjutnya adalah serah terima donasi beserta doa dan penutup. Acara bakti sosial ditutup dengan acara foto bersama. Sekitar pukul 16.00 para mahadiksi FOMUNY kembali ke kampus UNY. (Atika)

Shortlink

FOMUNY Terima Kunjungan dari ASSAFA UIN Sunan Kalijaga

IMG-20161003-WA0006
[Yogyakarta, Minggu, 02 Oktober 2016] FOMUNY mendapat kunjungan dari puluhan mahasiswa Bidik Misi UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam ASSAFFA (ASSOCIATION OF BIDIK MISI STUDENTS OF STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF SUNAN KALIJAGA). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antar-mahasiswa bidik misi, serta saling bertukaran wawasan (sharing) dalam jangkauan yang lebih luas.
Pukul 14.00 WIB, para peserta baik dari FOMUNY ataupun ASSAFFA melakukan presensi kehadiran, setelah menunggu beberapa saat, acara pun dimulai. Acara kunjungan tersebut bersifat semi formal, setelah acara pembukaan, lagu Indonesia Raya menjadi lagu yang wajib untuk dinyanyikan sebagai perwujudan rasa nasionalisme dan patriotisme kita terhadap Negara Indonesia, serta sebagai perwujudan rasa terimakasih kita terhadap pemerintahan Negara Indonesia. Acara dilanjutkan sambutan koordinator FOMUNY yaitu Bangun Tri Sudiatno (Mahadiksi Fakultas Teknik 2014), yang kemudian disusul sambutan dari koordinator ASSAFFA yaitu Ach. Ainun Najib (Mahadiksi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam 2014).
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyampaian tentang FOMUNY dan penyampaian tentang ASSAFFA yang meliputi penyampaian tentang visi-misi, berbagai divisi yang ada di dalamnya, dan kepengurusannya. Di dalam FOMUNY sendiri terdiri dari lima divisi yaitu divisi KWU (Kewirausahaan), divisi PR MEDIA (Public Relation Media), divisi KESMA (kesejahteraan Masyarakat), divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa), divisi MIKAT (Minat dan Bakat), sedangkan ASSAFFA terdiri dari divisi ASSAFFA PRENEUR, divisi JARKOMINFO, divisi AKPRES (Akademik dan Prestasi), divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa), divisi PMB (Pengembangan Minat dan Bakat) dan ADVOKASI.
Divisi-divisi tersebut saling bekaitan dan berhubungan, sehingga terbentuk kesatuan yang utuh. Pukul 15.40, acara diselingi istirahat dan sholat asar secara berjamaah. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing pengurus FOMUNY dan ASSAFFA. Sharing dan tanya jawab juga dipersilahkan pada sesi acara tersebut. Acara selanjutnya berkumpul dengan masing-masing divisi FOMUNY dan ASSAFFA yang sama bidang keahliannya.
Acara kunjungan dari ASSAFFA UIN SUKA ditutup dengan acara foto bersama. Sekitar pukul 17.30 para peserta dan panitia pulang kerumah masing-masing (Atika)

Shortlink

Makna Hari Sumpah Pemuda bagi Teguh Arifin, Mahasiswa Bidik Misi Beprestasi dari Fakultas Teknik

Hello world!

Shortlink

Arti Sumpah Pemuda bagi Mahsiswa Bidik Misi Universitas Negeri Yogyakarta

IMG-20160415-WA0003

Hasil rumusan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesiche Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah cikal bakal diperingatinya Hari Sumpah Pemuda. Inilah peringatan terhadap pengakuan pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.
Bagaimana generasi muda sekarang memaknai Sumpah Pemuda? Selasa, (13/10), Family of Mahadisi UNY (FOMUNY) berhasil mewawancarai sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka diminta pendapatnya mengenai makna Sumpah Pemuda dan peran apa yang harus dilakukan generasi muda saat ini agar nilai Sumpah Pemuda tidak luntur. Mereka adalah mahasiswi D3 Administrasi Perkantoran Riza Agustina, mahasiswa peraih anugrah mahasiswa berprestasi 2 Fakultas Ilmu Sosial 2014 Ahmad Agung Masykuri, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dhini Martianti, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Rifky Hendrawan dan mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Ayu Larasati.
Bagi Riza, Sumpah Pemuda tidak menjadi suatu hal yang mengikat pemuda masa kini. “Saya yakin sebagian dari kita sama sekali tidak ingat apa ikrar Sumpah Pemuda. Jangankn isi, tanggal berapa hari peringatan Sumpah Pemuda pun pasti sebagian dari kita lupa. Terkadang saya juga miris dibuat oleh tingkah pemuda generasi penerus bangsa saat ini. Kita bisa lihat pelajar SMA, SMP, bahkan SD sudah berani merokok, miras, dan sejenisnya. Bukan hanya emosi yang tak terkendali, mereka juga bermental egois dan asyik dengan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungannya. Sungguh ironis, tapi itulah kenyataan pemuda masa kini. Tapi saya yakin, masih ada pemuda yang tak acuh terhadap makna Sumpah Pemuda. Mereka berlomba-lomba untuk beprestasi dalam bidang mereka masing-masing” kata Riza.
Agung menekankan makna Sumpah Pemuda bagi mahasiswa Bidik Misi adalah Titik untuk bergerak dan memperbaiki keadaan. “Kontribusi yang sudah saya lakukan sebagai pemuda Indonesia sekaligus sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi adalah belajar, berprestasi dan juga menghormati yang tua serta menyayangi yang muda” kata Agung. Sedangkan Dhini berpendapat bahwa arti Sumpah Pemuda bagi dirinya sebagai mahasiswi penerima beasiswa Bidik Misi adalah momentum yang selalu mengingatkan kita bahwasanya kita “Pemuda” adalah jantung Indonesia. “Kontribusi yang sudah saya lakukan sebagai pemuda Indonesia sekaligus sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi adalah Belajar bersama benih-benih kecil pedesaan. Anak-anak terbelakang yg akan menjadi hebat di masa mendatang. Insya’allah…” kata Dhini bersemangat.
Bagi Rifky, makna Sumpah Pemuda bagi mahasiswa Bidik Misi adalah sebuah gebrakan dari pemuda yang sangat luar biasa untuk membantu merubah Indonesia. Menurut Ayu, Sumpah Pemuda merupakan momentum dari tiga impuls persatuan: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. “Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia…” tutup Ayu dengan mengikrarkan bunyi Sumpah Pemuda. (Sahid)

Shortlink

Fomuny Buletin: Mengenal Fomuny Lebih Dekat

FOTO PENA REDAKSI
Assalamu’alaikum wr.wb

Salam sejahtera untuk kita semua….

Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kita masih diberi nikmat sehat sehingga dapat mempertemukan kita di Universitas Negeri Yogyakarta. Sholawat dan salam selalu kita haturkan kepada nabi kita nabi pemimpin umat manusia rasulullah Muhammad SAW, yang selalu kita nantikan syafaatnya pada yaumil akhir nanti. Amin ya robbal ‘alamin.
“Bidikmisi, Bersatu, Prestasi, Menggapai Asa Yesss”
Pertama-tama perkenankanlah saya Bangun Sudiatno selaku Ketua UKM-Family of Mahadiksi UNY 2016 mengucapkan selamat atas kesuksesan rekan-rekan semua yang telah mampu bersaing dengan ratusan bahkan ribuan siswa yang menginginginkan kuliah di UNY dan mendaftar Bidikmisi. Kalianlah siswa-siswa terpilih yang mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri masing-masing dalam mencapai kesuksesan di kampus Biru UNY tercinta ini. Sadarilah ini bukan suatu kebetulan tetapi merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai langkah awal untuk mencapai peradaban bangsa yang lebih beradab di mata dunia. Jadi, manfaatkanlah momentum ini sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan yang mulia.
Di edisi ke-3 bulan Agustus-September ini, “Fomuny Buletin” hadir kembali untuk membersamai rekan-rekan semua dengan tema “Mengenal Fomuny Lebih Dekat”. Harapannya rekan-rekan semua terutama mahasiswa baru UNY 2016 lebih aktif untuk berkontribusi dalam kegiatan ataupun penyampaian ide-ide yang membangun untuk eksistensi UKM-FOMUNY selanjutnya. Di kesempatan yang baik ini pula kami mengharapkan rekan-rekan semua selalu siap untuk meneruskan estafet kepengurusan yang setiap tahunnya berganti dan harus berusaha menjadi lebih eksis dari tahun ketahun.
Akhir kata jadilah mahasiswa yang selalu bergerak untuk merubah peradaban bangsa yang mulai tak beradab ini dan janganlah menjadi mahasiswa seperti air di atas daun talas yang tak mempunyai pendirian. Pegang teguhlah apa yang menjadi tujuan rekan-rekanku semua dan gapailah tujuan itu walaupun dengan perjuangan yang sangat besar.
Hidup Mahasiswa Indonesia…
Hidup mahasiswa Bidikmisi UNY…
Wassalamu’alaikum wr.wb

Ketua UKM-Fomuny 2016
Bangun Sudiatno

Shortlink

Para Pembidik Mimpi: 99 Kisah Penerima Bidikmisi Berprestasi

FOTO NEWS

Permadani Diksi Nasional bersama Kemenristekdikti mempersembahkan Lomba Karya Kisah Inspiratif bagi mahasiswa Bidik Misi maupun alumni mahasiswa Bidik Misi Tingkat Nasional. Hasil lomba tersebut dikumpulkan menjadi sebuah buku antologi yang akan diberikan melalui Menristekdikti kepada Presiden Ir. Joko Widodo pada acara HAKTEKNAS-21 tanggal 9-12 Agustus 2016 di Solo, Jawa Tengah.

Buku tersebut juga akan diberikan sebagai cindera mata kepada seluruh peserta Hakteknas yang terdiri dari ratusan mahsiswa penerima Bidikmisi dari Sabang hingga Merauke. Setelah melalui tahap seleksi yang cukup ketat, lebih dari 300 karya yang masuk pada akhirnya terpilih 99 kisah yang akan dibukukan. Lomba kepenulisan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia itu menghasilkan sebuah antologi buku yang berjudul “Para Pembidik Mimpi: 99 Kisah Penerima Bidikmisi Berprestasi”.

Dari 99 penulis yang ada di dalam buku tersebut, terdapat lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang berhasil masuk nominasi yaitu Rita Suryani prodi Pendidikan Matematika International, Sayidatul Maslahah prodi Pendidikasn Luar Biasa, Rohmatus Naini prodi Bimbingan dan Konseling, Sumarni Alisha Aprilia prodi Pendidikan Seni Kerajinan, dan Sahidunzuhri prodi Manajemen Pemasaran.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad, Ph.D. berkesempatan memberikan pengantar di dalam buku tersebut. Beliau menuliskan,”Prestasi mahasiswa Bidikmisi cukup membanggakan, karena 74,4% dari seluruh mahasiswa penerima Bidikmisi memiliki IPK di atas 3,0; bahkan ada sekitar 0,5% yang memiliki IPK 4,0 dan hanya 25,2% saja yang memiliki IPK di bawah 3,0. Dengan demikian mereka telah ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing perguruan tinggi di mana mereka kuliah”.

Kiprah mahasiswa Bidikmisi di kampusnya masing-masing tidak kalah dengan mahasiswa non Bidikmisi baik dalam hal akademik, organisasi, maupun minat dan bakat lainnya.

“Tercatat lebih dari 5 mahasiswa Bidikmisi sukses menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional sejak tahun 2013 hingga 2016, bahkan Vira Maulina, mahasiswa Bidikmisi Politeknik Negeri Padang berhasil menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015, sedangkan Birrul Qodriyyah, alumni Bidikmisi Universitas Gadjah Mada dulu berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional terinspiratif tahun 2013” tulisnya kemudian.

Prestasi di tingkat Internasional para penerima Bidikmisi juga sangat membanggakan. Alumni Bidikmisi pun banyak yang berkesempatan melanjutkan pendidikan S2 di kampus-kampus terbaik di Indonesia dan dunia, tercatat lebih dari 200 alumni melanjutkan pendidikan S2 dengan dukungan penuh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Beberapa capaian di atas membuktikan bahwa Bidikmisi telah berhasil menjadi salah satu katalis yang strategis dan telah banyak membantu mahasiswa Indonesia untuk secara bebas mengeksplorasi diri, menemukan passion, dan mengejar cita-cita. Buku ini akan menceritakan kisah-kisah inspiratif dari 99 penerima Bidikmisi yang berhasil meraih kesuksesan terbesar dan memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia. Selamat membaca dan semoga semakin memotivasi penerima Bidikmisi lainnya untuk terus memberikan prestasi terbaiknya untuk Indonesia” tulis beliau mengakhiri sambutan ke dalam buku Para Pembidik Mimpi: 99 Kisah Penerima Bidikmisi Berprestasi. (Sahid)

Shortlink

Pesan Menristekdikti untuk Mahasiswa Bidikmisi

<img src="http://” alt=”.” />
SURABAYA – Setiap tahun, puluhan ribu mahasiswa di berbagai PTN Tanah Air mendapat bantuan studi dari pemerintah. Program Bidikmisi membuka peluang mereka untuk kuliah dengan dibiayai negara hingga lulus. Tidak hanya itu, penerima Bidikmisi juga mendapat tunjangan biaya hidup setiap bulan.
Kepada para penerima Bidikmisi, Menristekdikti M Nasir menyampaikan tiga hal untuk bisa menjalankan kuliah dengan sukses, yaitu cerdas, kerja keras, dan ikhlas.
“Tiga hal ini harus Anda pegang dan camkan. Tidak perlu minder dan berkecil hati karena ketidakmampuan secara ekonomi. Pemerintah akan menyiapkan semua biaya untuk keberhasilan studi Anda,” kata Nasir, seperti dilansir Antara, Kamis (2/6/2016).
Bahkan, pria kelahiran Juni 1960 itu berjanji jika para penerima Bidikmisi kelak bisa lulus dengan IPK di atas 3,5, maka mereka dipersilakan untuk melanjutkan ke program S-2 atau S-3 dengan beasiswa juga.
“Silakan terus perdalam ilmu kalian. Jika beasiswa terlambat cair bisa hubungi saya langsung. Karena kelancaran studi Anda antara lain ada pada cair-tidaknya beasiswa Anda,” katanya.
Sejak diluncurkan pada 2010, Bidikmisi telah membantu perkuliahan jutaan mahasiswa Indonesia. Kini ada 286.951 penerima Bidikmisi dengan total anggarannya mencapai Rp2,9 triliun.
“Keterbatasan anggaran menyebabkan kuota Bidikmisi belum sempat ditambah. Jumlahnya akan bisa ditambah jika anggarannya nanti bertambah,” pungkas alumnus SMAN 1 Kediri itu.
(rfa)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/06/02/65/1404223/pesan-menristekdikti-untuk-mahasiswa-bidikmisi

Shortlink

BERGENERASI

PNCZ
“Padamu negeri kami berjanji,
padamu negeri kami berbakti,
padamu negeri kami mengabdi,
bagimu negeri jiwa raga kami”
Sebuah lagu karya Kusbini ini seolah olah telah mengilhami pemuda-pemudi Indonesia untuk senantiasa mencintai negeri Indonesia dengan segala upaya positif dalam perwujudannya. Generasi muda yang digadang-gadang mampu melakukan perubahan dan perbaikan untuk negeri kini menuai banyak pertanyaan yang terkadang jawaban atas pertanyan-pertanyaan tersebut tak mampu memberi penjelasan konkret yang melegakan.
Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang mana peran serta kontribusinya sangat dibutuhkan untuk memajukan bangsa Indonesia. Bagaimana sosok generasi muda yang dibutuhkan tersebut? Tentu jawabannya sangat mudah sekali, bukan? Yang bangsa Indonesia butuhkan ialah mereka yang mau berjuang, bertekad, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasar Negara Indonesia, Pancasila.
“Padamu Negeri kami Berjanji”
Sebuah ikrar dalam bentuk syair yang rasanya seperti mengikat seluruh jiwa generasi muda. Janji untuk bersatu membangun dan memajukan bangsa. Dimana layaknya sebuah janji yang tidak menyukai ingkar, maka sudah sepantasnya janji itu harus ditepati.
“Padamu Negeri kami Berbakti
Wujud bakti yang benar-benar hidup di bangsa ini dapat dilihat dari proses beberapa puluh tahun yang lalu di mana Pancasila mulai lahir dan ditetapkan sebagai sumber dari segala sumber di Indonesia. Hasil tidak pernah mengkhianati proses, dan dalam berproses apa yang disebut dengan bakti itu sendiri tanpa disadari telah muncul dan ikut menjadi bagian dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Padamu Negeri kami Mengabdi
Mengabdilah selama negeri ini ada, mengabdilah dengan segala yang dimiliki, dan mengabdilah tanpa mengingat ganjaran. Jika seseorang mencintai sesuatu maka ia akan berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Begitu pun dengan rasa cinta kepada tanah air Indonesia, berikanlah yang terbaik karena sesungguhnya setiap generasi mampu untuk itu.
“Bagimu Negeri Jiwa Raga kami”
Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia telah mencakup seluruh aspek kehidupan, mengingat dalam perumusannya telah menuai berbagai macam problema yang pada akhirnya problema tersebutlah yang mengajarkan dan membentuk arti sebuah kebersamaan. Sebagai generasi muda, tentu syair ini sangat tepat sekali untuk menggambarkan pentingnya hubungan yang dinamis antara bangsa Indonesia dengan generasi penerusnya. Untuk menjadi generasi penerus yang diharapkan oleh bangsa, maka marilah berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang ada, nilai dalam Pancasila. Maknailah segala bentuk yang berkaitan dengan kehadiran nya, yang demikianlah sungguh generasi itu benar-benar ada. (Pradana Santika, Mahadiksi Pendidikan Bahasa Inggris 2015)

Shortlink

ECO-BOOTYST KARYA MAHASISWA BIDIKMISI UNY JUARAI LOMBA KARYA TULIS NASIONAL 1stIGSS (INDONESIA GEOGRAPHY STUDENT SUMMIT) 2016 DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

MAPRES_Mahadiksi UNY Juara 1 LKTI IGSS 2016
1st Indonesia Geography Students Summit (IGSS) Universitas Muhammadiyah Mataram yang di selenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI) bekerja sama dengan IMAHAGI Komisariat Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) merupakan suatu ajang kompetisi di antaranya Lomba Infografis, Geo-photo Contest, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional diikuti oleh mahasiswa D3 dan S1 se-Indonesia. Serangkaian kegiatan lomba tersebut dilaksanakan tanggal 27-29 April 2016 di Gedung Dakwah PWM NTB.
Universtias Negeri Yogyakarta (UNY) mengirimkan delegasi untuk mengikuti kompetisi kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah yang bertemakan “Geomaritim: Peran Kreatif dan Inovatif Geografi dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”. Delegasi tersebut adalah tim dari mahasiswa Bidik Misi yang beranggotakan 3 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY. Adapun anggota tim terdiri dari Afrizal Lathiful Fadli (Fisika 2014), Muhammad Wahyu Arif (Kimia 2013), dan Intania Betari Miranda (Pendidikan Kimia 2015).
Kompetisi kategori LKTI tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi paper terpilih 10 finalis terbaik se-Indonesia. Dalam kompetisi tersebut tim dari Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih Juara I pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dengan mengusung karya yang berjudul “ECO-BOOTYST”. Inovasi Cooling Box Berbasis Fotokatalis Nanopartikel TiO2 Solusi Reduksi Kandungan Logam Berat dan Inhibisi Bakteri Pembusuk Guna Meningkatkan Kualitas Ikan Nasional”. Sedangkan untuk juara II diraih oleh Universitas Pendidikan Ganesha dan Juara III diraih oleh tim dari Universitas Indonesia.
“Secara singkat ECO-BOOTYST” Inovasi Cooling Box yang diangkat merupakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan produksi ikan yang cepat mengalami pembusukan dan menyebabkan kualitas ikan menjadi rendah dengan penerapan teknologi fotokatalis lapis tipis nanopartikel semikonduktor untuk mereduksi logam berat dan inhibisi bakteri pembusuk pada ikan menjadi senyawa yang kurang berbahaya” kata Muhammad Wahyu Arif saat ditanyai mengenai fungsi dari ECO-BOOTYST.
Delegasi tim dari UNY tidak menyangka jika karya mereka terpilih dewan yuri menjadi karya terbaik. Pasalnya kompetisi tersebut diikuti oleh 10 finalis dari beberapa Universitas bergengsi di Indoneia.
“Kompetisi tersebut diikuti oleh 10 finalis terbaik se-Indonesia yang terdiri dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Halu Oleo, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Institut Pertanian Bogor. Kami benar-benar tidak menyangka akan menjadi finalis yang terbaik…” kenang Muhammad Wahyu Arif. (sahid)