Print Shortlink

Arti Sumpah Pemuda bagi Mahsiswa Bidik Misi Universitas Negeri Yogyakarta

IMG-20160415-WA0003

Hasil rumusan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesiche Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah cikal bakal diperingatinya Hari Sumpah Pemuda. Inilah peringatan terhadap pengakuan pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.
Bagaimana generasi muda sekarang memaknai Sumpah Pemuda? Selasa, (13/10), Family of Mahadisi UNY (FOMUNY) berhasil mewawancarai sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka diminta pendapatnya mengenai makna Sumpah Pemuda dan peran apa yang harus dilakukan generasi muda saat ini agar nilai Sumpah Pemuda tidak luntur. Mereka adalah mahasiswi D3 Administrasi Perkantoran Riza Agustina, mahasiswa peraih anugrah mahasiswa berprestasi 2 Fakultas Ilmu Sosial 2014 Ahmad Agung Masykuri, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dhini Martianti, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Rifky Hendrawan dan mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Ayu Larasati.
Bagi Riza, Sumpah Pemuda tidak menjadi suatu hal yang mengikat pemuda masa kini. “Saya yakin sebagian dari kita sama sekali tidak ingat apa ikrar Sumpah Pemuda. Jangankn isi, tanggal berapa hari peringatan Sumpah Pemuda pun pasti sebagian dari kita lupa. Terkadang saya juga miris dibuat oleh tingkah pemuda generasi penerus bangsa saat ini. Kita bisa lihat pelajar SMA, SMP, bahkan SD sudah berani merokok, miras, dan sejenisnya. Bukan hanya emosi yang tak terkendali, mereka juga bermental egois dan asyik dengan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungannya. Sungguh ironis, tapi itulah kenyataan pemuda masa kini. Tapi saya yakin, masih ada pemuda yang tak acuh terhadap makna Sumpah Pemuda. Mereka berlomba-lomba untuk beprestasi dalam bidang mereka masing-masing” kata Riza.
Agung menekankan makna Sumpah Pemuda bagi mahasiswa Bidik Misi adalah Titik untuk bergerak dan memperbaiki keadaan. “Kontribusi yang sudah saya lakukan sebagai pemuda Indonesia sekaligus sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi adalah belajar, berprestasi dan juga menghormati yang tua serta menyayangi yang muda” kata Agung. Sedangkan Dhini berpendapat bahwa arti Sumpah Pemuda bagi dirinya sebagai mahasiswi penerima beasiswa Bidik Misi adalah momentum yang selalu mengingatkan kita bahwasanya kita “Pemuda” adalah jantung Indonesia. “Kontribusi yang sudah saya lakukan sebagai pemuda Indonesia sekaligus sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi adalah Belajar bersama benih-benih kecil pedesaan. Anak-anak terbelakang yg akan menjadi hebat di masa mendatang. Insya’allah…” kata Dhini bersemangat.
Bagi Rifky, makna Sumpah Pemuda bagi mahasiswa Bidik Misi adalah sebuah gebrakan dari pemuda yang sangat luar biasa untuk membantu merubah Indonesia. Menurut Ayu, Sumpah Pemuda merupakan momentum dari tiga impuls persatuan: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. “Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia…” tutup Ayu dengan mengikrarkan bunyi Sumpah Pemuda. (Sahid)

Print Friendly, PDF & Email

Fomuny (Family of Mahadiksi UNY)

Fomuny adalah kependekan dari Family of Mahadiksi UNY. Nama beken keluarga mahasiswa bidik Misi UNY yang terlahir saat musyawarah besar tanggal 5 Januari 2013. Fomuny bukan organisasi politik maupun sebuah ormawa kampus melainkan sebuah keluarga yang mempunyai organisasi yang fokus dalam ranah sosial dan kemasyarakatan. Selain itu dengan adanya fomuny diharapkan dapat menjadi wadah dan pusat informasi bagi Mahadiksi UNY.

More Posts - Facebook

Leave a Reply

6 + 2 =


− 1 = 9