Shortlink

Pena Redaksi Fomuny Buletin Edisi 2, Juni-Juli 2016: Hari Lahir Pancasila

10299138_791632304240631_5484025701881029117_n

Agar momentum kesejarahan hari kelahiran Pancasila tidak hilang, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyiapkan rancangan peraturan presiden tentang penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Selanjutnya, setiap tanggal 1 Juni akan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Pancasila diharapkan benar-benar dilakukan dalam laku seluruh bangsa Indonesia dan menjadi nyata hasilnya untuk masa depan Indonesia yang sejahtera. Pancasila terbukti mampu membawa ketenteraman di tengah warga Indonesia yang berbeda suku, agama, dan kepentingan.
Rancangan peraturan presiden tentang penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila tersebut kini tengah menjadi headline di semua media di Indonesia. Jadi atau tidaknya rancangan peraturan presiden tersebut jangan sampai membuat rasa cinta kita terhadap Pancasila luntur. Apalagi kita sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi sudah seharusnya menjadikan momentum hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni ini untuk menjadi lebih baik dalam segala hal. Semoga Pancasila tidak sebatas dikenang dan diperingati atau hanya dilestarikan, tetapi juga benar-benar menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan.
“Hari Lahir Pancasila” inilah yang akan menghiasi tema Fomuny Buletin edisi kedua. Pembaca sekalian dapat menemukan artikel khusus di rubrik Essai Fomuny Buletin edisi Juni kali ini. Selamat membaca.

Sahidunzuhri, Koordinator Fomuny Buletin 2016

Shortlink

MAHASISWA BIDIK MISI FMIPA MENDAPATKAN GOLD MEDAL DAN SPECIAL AWARD PADA EVENT I-ENVEX 2016 DI UNIVERSITI MALAYSIA PERLIS

indexKARANGMALANG. Salah satu mahasiswa penerima bidik misi, Astuti Lestari (Kimia 2014), tidak menyangka dirimya mampu meraih kemenangan pada kompetisi internasional di Malaysia. Astuti dan tim mendapatkan Gold medal dan special award pada event I-ENVEX (International Engineering Invention Innovation Exhibition) 2016 di Universiti Malaysia Perlis. Karya yang dibawakan pada event ini berjudul “Innovation of Fish Caller Equipment Based on EW-LED (Electromagnetic Wave and Light Emitting Diode) as an Inexpensive and Eco-Friendly Marine Technology Innovation To Improve The Traditional Fishermen Economy”.
Kompetisi ini dimulai pada tanggal 8 April 2016 dengan menata stand booth yang akan dinilai oleh juri. Peserta I-ENVEX 2016 berjumlah lebih dari 200 tim dari 20 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Taiwan, USA, UAE, China, India, Irak, Jepang, Rumania, Polandia dan Malaysia. Semua peserta saling berlomba untuk menata, memamerkan, dan menjelaskan produk inovasi yang dibawa.
Di hari kedua pada tanggal 9 April 2016 bentuk kegiatannya yaitu Exhibition dengan setiap tim menjaga stand booth masing-masing dan selanjutnya dilakukan penilaian oleh juri dengan presentasi produk dan tanya jawab. Karya yang dibawakan oleh Astuti dan tim masuk dalam kategori E yaitu I.C.T, Multimedia & Telecommunications, Electricity & Electronic. Juri yang menilai pun tidak sembarangan. Juri pertama dari Jepang menilai kesesuaian alat dan juri kedua dari Rumania menilai implementasi alat.
Pada hari ketiga yaitu 10 April 2016 dilakukan Exhibition and Award Ceremony yaitu penjurian special award dan pemberian innovation award kepada pemenang. Astuti dan tim menyabet Gold Medal dalam kompetisi I-ENVEX ini. Sedangkan pada special award, tim Indonesia meraih Leading Innovation Award dari IIPNF (International Intellectual Property Network Forum) Jepang. “Bisa pergi ke luar negeri saja sudah Alhamdulillah, apalagi bisa memenangkan event internasional, sungguh nikmat dan rencana Allah SWT memang yang terindah”, tutup Astuti. (Astuti)

Shortlink

MAHASISWA BIDIK MISI UNY BELAJAR JURNALISTIK DI KANTOR REDAKSI SWARA KAMPUS KEDAULATAN RAKYAT

13243989_602165719958962_2980459550264616736_oKARANGMALANG. Mahasiswa Bidik Misi UNY melakukan kunjungan ke Kantor Kedaulatan Rakyat yang berada di Jalan Mangkubumi Yogyakarta, Sabtu (14/05/2016). Kegiatan kunjungan ini diselenggarakan oleh Family Of Mahadiksi UNY (FOMUNY). Fomuny merupakan sebuah forum dimana terdiri dari sekumpulan mahasiswa penerima beasiswa Bidiks Misi di kampus UNY. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki tingkat akademis yang baik namun memiliki keterbatasan ekonmoi. Fomuny mewadahi seluruh informasi yang menyangkut beasiswa Bidik Misi guna mengkoordinir seluk beluk beasiswa Bidik Misi agar dapat diakses seluruh mahasiswa UNY. Di samping itu, Fomuny juga memfasilitasi para mahasiswa yang ingin mengembangkan softskill salah satunya dengan kegiatan kunjungan ke kantor Kedaulatan Rakyat guna mempelajari kepenulisan.

Kunjungan media diikuti oleh sekitar 35 peserta yang berasal dari beberapa fakultas di UNY. Adapun salah satu tujuan diselenggarakan kunjungan ini ialah untuk melatih jiwa kepenulisan di kalangan mahasiswa sehingga gagasan atau ide-ide yang dimiliki mahasiswa dapat tersalurkan dan dapat dikonsumsi publik. Tulisan sangat membantu menyalurkan ide-ide atau gagasan agar dapat diketahui banyak orang.
Pada awal kegiatan, acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia, Koordinator Fomuny dilanjutkan dengan Koordinator swara kampus Kedaulatan Rakyat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mengupas tuntas mengenai cara menulis berita yang dibersamai oleh Bapak Krisno Wibowo selaku Koordinator Swara Kampus. Terlebih dahulu, peserta diarahkan untuk mengenal ragam berita yaitu straight news dan soft news. Peserta terlihat antusias, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya aktivitas tanya jawab.

Kegiatan diskusi berlangsung sampai pukul 10.30 dan dilanjutkan dengan action menulis dimana para peserta mencoba menuangkan seluruh proses kegiatan tersebut melalui tulisan. Semuanya mencoba menuangkan ke dalam kertas yang dibagikan oleh panitia kepada peserta. Kesempatan inilah yang paling ditunggu-tunggu dimana sesuatu yang baru dipelajari tidak afdol jika tidak dipraktikkan. Masing-masing peserta asyik dengan kertas masing-masing. Ada yang sangat cepat menulis, ada juga yang berhenti di judul. Semuanya berusaha menuangkan beberapa proses kegiatan yang telah dilaksanakan. Beberapa peserta saling menanyakan tentang kesan pesan, tujuan, maupun hal-hal yang dibutuhkan dalam tulisan yang ingin mereka ungkapkan. Semuanya terlihat ingin menuliskan yang terbaik.

Pada akhir kegiatan, peserta ditawarkan untuk menjadi sukarelawan mengisi swara kampus dimana didapatkan 2 orang bersedia menjadi pengisi swara kampus. Kegiatan ini juga mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta dimana beberapa peserta mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain sebagai wadah dalam belajar menulis, kegiatan ini juga membekali mahasiswa agar mampu menghasilkan karya yang dapat menghasilkan. Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh penyelenggara kepada pihak Kedaulatan Rakyat. Satu kalimat pesan dari penulis yakni menulislah, maka kau akan dikenang sejarah (Farihda Muthmainnah, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Shortlink

MAHASISWA BIDIKMISI FIS UNY JUARAI LOMBA INFOGRAFIS IGSS 2016

KirimKARANGMALANG. Yuli Widiyatmoko, mahasiswa Bidik Misi dari program studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015, berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Infografis 1st Indonesia Geography Student Summit 2016 yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia di Universitas Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat (27-29/04/2016). Acara 1st Indonesia Geography Student Summit 2016 sendiri diikuti oleh 27 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Diantaranya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan masih banyak lagi.

Lomba Infografis 1st Indonesia Geography Student Summit 2016 memiliki tema utama “Geomaritim: Peran Kreatif dan Inovatif Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Negara Maritim” dengan empat subtema meliputi; aplikasi geografi, lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi. Karya Infografis yang dibuat oleh Yuli Widiyatmoko mengambil subtema lingkungan dengan judul “Restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo sebagai Prototype of Integrated Coastal Management”. Judul tersebut diangkat karena dilatarbelakangi fakta bahwa kondisi Gumuk Pasir Parangkusumo saat ini telah mengalami kerusakan lebih dari 70% dari total wilayah Gumuk Pasir Parangkusumo.

Kerusakan yang terjadi diantaranya berupa hilangnya beberapa bentuk lahan khas Gumuk Pasir, salah satunya adalah Barchan. Di Indonesia, satu-satunya gumuk pasir terdapat di kawasan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta. Gumuk Pasir Parangtritis adalah sebuah fenomena alam langka dan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara. Gumuk pasir ini berupa bukit-bukit atau gundukan pasir seperti padang gurun yang terdapat di Timur Tengah. Pasir-pasir ini merupakan hasil aktivitas vulkanik Gunung Merapi dan Merbabu yang terbawa oleh arus Kali Opak dan Kali Progo. Gumuk Pasir ini menjadi laboratorium alam yang sering digunakan untuk penelitian.

Restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo merupakan langkah penting guna melestarikan bentuk lahan unik tersebut. Restorasi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan relokasi pemecah-pemecah angin yang membuat transportasi material vulkanik menjadi berubah. Pemecah-pemecah angin tersebut diantaranya seperti pepohonan, bangunan-bangunan, maupun tambak udang yang ada di pesisir Pantai Parangtritis. Dengan adanya regulasi antara pemerintah daerah, peneliti, dan juga warga sekitar, diharapkan proses restorasi dapat berjalan dengan baik dan akan berdampak pula dalam pengembangan pariwisata Gumuk Pasir Parangkusumo.

Penjurian karya Infografis ditinjau dari aspek tingkat kreativitas karya, keinovatifan, dan juga keaktualan masalah yang diangkat dan keakuratan data yang digunakan. Dengan latarbelakang program studi yang ditempuh yakni Pendidikan Geografi, Yuli Widiyatmoko merasa bertanggungjawab terhadap kelestarian alam yang ada disekitarnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa meskipun berlatarbelakang jurusan pendidikan, mahasiswa Pendidikan Geografi UNY tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi guru geografi yang berkompeten namun juga dibekali dengan pengetahuan ilmu geografi fisik, sosial, dan juga teknik yang turut berperan dalam menciptakaan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kesempatan mendapatkan beasiswa Bidik Misi merupakan alasan kuat untuk menyumbangkan sumbangsih bagi universitas, dalam hal ini ia mewujudkannya melalui prestasi tingkat nasional. Pemuda yang berasal dari desa Tambah Mulyo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung ini mengaku akan merasa malu jika pulang ke kampung tapi tidak mencetak prestasi apapun. Maka dari itu, sejak awal menjadi mahasiswa Pendidikan Geografi UNY, Yuli Widiyatmoko sudah menuliskan impian-impiannya di buku catatan pribadinya secara detail. Itu semua ia lakukan guna mewujudkan impian terbesarnya di dunia akademik, yakni meraih beasiswa S2 dan S3 di luar negeri. Ia selalu berpesan pada dirinya sendiri bahwa miskin ekonomi bukan berarti miskin prestasi, Yuli Widyatmoko Mahasiswa Pendidikan Geografi Angkatan 2015. (Disunting oleh Sahidunzuhri)

Shortlink

KISAH INSPIRATIF EKO SIAM MUWARDI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNY (2014): MENYAMBUNG MIMPI MELALUI BIDIK MISI

?????????????

?????????????

Nama saya Eko Siam Muwardi, saya adalah mahasiswa Bidik Misi dari prodi Pendidikan Ekonomi FE UNY. Kebahagiaan tidak terkira saat saya dinyatakan lolos SBMPTN melalui jalur Bidik Misi. Terlebih keluargaku sampai airmata pun tertumpah karena haru. Saya yang tinggal dengan kakek dan nenek di Gombong Selatan arah Pantai Karang Bolong ini, harus berusaha keras untuk medapatkan jatah Bidik Misi. Pantas saja, saya sebagai korban “broken home” harus menyakinkan orang tua saya yang berdomisili di Depok, untuk merestui saya kuliah.
Dengan mempersiapkan segalanya sendiri akhirnya saya bisa diterima menjadi mahasiswa Bidik Misi di FE UNY. Mungkin nasib mujur sedang menemuiku, karena tidak semua teman-temanku saat SMA bisa masuk kampus impianya. Banyak dari mereka yang merogoh kantong dalam-dalam untuk biaya bimbel dengan iklan dan jargon mampu membantu sampai lolos PTN tapi nyatanya gagal juga. Kesempatan inipun lantas tidak saya sia-siakan guna menyambung mimpiku agar dapat menjadi seorang guru. Berikut beberapa kisah perjanananku selama IV semester ini.

Perkuliahan Mahasiswa Ekonomi yang Cukup Melelahkan.
Menjadi mahasiswa memang hal yang dinanti, tapi kadang pula jika sudah masanya sangat melelahkan dan menguras tenaga. Begitu halnya dengan saya yang menjadi mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Walaupun bukan ekonomi murni, namun melelahkanya sama juga dengan yang murni. Setiap hari kita mengahadapi rumus-rumus, data statistika, dan permasalahan ekonomi negera kita. Tentu hal ini sangat melelahkan dan membuat mahasiswa kadang patah semangat. Banyak dari mereka yang merasa salah jurusan dan ada juga yang pindah jurusan. Namun, segala kesusahan saya hadapi dengan menggarap Ridho sang illahi, sehingga saya mendapat IP yang cukup untuk ukuran mahasiswa ekonomi.
Ya.. memang IP-ku tergolong cumlaude saat ini, tapi perjuangan ini belum berakhir. Masih ada 4 semester lagi sebelum jatah Bidik Misi-ku berakhir. Berbagai cara aku tempuh selama 4 semester ini dengan berbagai cara, dari aku minta tolong ke kakak tingkat yang lebih jago, sampai aku bela-belain menginap demi bisa materi yang disampaikan dosen. Siang malam berusaha bisa mengatur waktu agar bisa belajar, dan akhirnya saya bisa menempuh 4 semester ini. Tak jarang saya juga mengulang mata kuliah yang diberikan.
Mahasiswa Bidik Misi bukanlah mahasiswa sempurna yang serba bisa, begitu pula diriku yang begitu terbatas. Namun keterbatasan ini berusaha aku perbaiki agar kesempatan mendapat Bidik Misi ini tidak berlalu dengan kesia-siaan.

Aktif di Organisasi
Saya yang memang memiliki sifat aktif, mendarma baktikan sebagian masa kuliahku di ormawa FE. Sekarang saya menjadi pengurus BEM FE UNY—sudah 2 tahun saya menjadi pengurus. Memang dengan masuk organisasi kita semua menjadi orang yang lebih dibanding mereka yang tidak. Kita akan mendapat pengalaman, pengetahuan, dan relasi yang sangat berharaga. Saya yang kini juga menjabat sebagai ketua Perhimpunan Mahasiswa Kebumen (Perhimak UNY) mendapat pembelajaran yang sungguh luar biasa. Terlebih di BEM, saya belajar bagaimana menjadi seorang ekonom yang mengawal kebijakan pemerintah dan menyalurkan hasil diskusi kami dengan sebuah forum yang sudah ada. Kemudian BEM tempat saya menimba ilmu juga menaungi beberapa komunitas, salah satunya adalah komunitas debat. Komunitas di mana saya langsung gabung pasca mengikuti ospek.
Pengalaman bagaimana saya menjadi pribadi yang mampu mengolah kata-kata saya dapatkan dari forum ini. Dengan forum ini pula saya mampu mengikuti kompetsis baik tingkat regional, maupun tingkat nasional. Selain mengajarkan bagaimana menyampaikan dan mempertahankan argumen, saya juga mendapat jaringan , informasi, dan relasi yang sangat banyak. Beberapa kampus telah aku singgahi dan banyak pula aku menambah daftar nama yang menjadi temanku di semasa kuliah ini. Sehingga mendharma bhaktikan diriku dalam kegiatan kemahasiswaan juga merupakan hal positif yang dapat kita semua lakukan.
Dapat dikatakan bahwa ormawa merupakan kawah candradimuka kita yang kedua setelah ruang kelas yang penuh dengan teori. Ormawa menyajikan kepada kita hal yang baru dengan pemikiran yang baru dan arti sebuah kata yang bernama mahasiswa. Aku yang pernah di amanahkan sebagai ketua KPU FE UNY menjadi paham akan pentingnya berdemokrasi, pentingnya memilih dalam pemilu, dan tahu akan tata cara penyelanggaraan pemilu. Selain itu kita juga dapat ilmu yang tak kalah pentingnya dari ruang kelas jika kita terjun ke ormawa, ormawa apapun dan pada jenjangng apa pun.

Ikut lomba dan Berhasil Memenangkanya.
Dengan aktif di organisasi saya menjadi terbuka informasinya terutama akan lomba dan kompetisi yang lain. Berbagai lomba telah aku ikuti, baik lomba menulis maupun lomba debat. Pernah aku ke beberapa kampus untuk mengikuti perlombaan. Aku yang merupakan mahasiswa Bidik Misi ini kadang terkendala masalah dana jika ingin lomba. Ya maklum saja dana yang di sediakan kampus kita memang ada batasnya. Dari Jakarta sampai Surabaya telah aku singgahi untuk ikut lomba, pernah menang juga banyak juga yang berakhir dengan kekalahan. Kemenangan lomba pertama aku peroleh saat baru masuk semester 2 saat itu, saya dan kawan tim ku mengikuti lomba debat tentang ekonomi di UMY.
Meskipun perlombaan tersebut hanya tingkat provinsi namun cukup berat juga. Saat itu memang kami cukup berhasil, kami yang di dominasi oleh mahasiswa baru mampu menjadi juara satu dalam perlombaan itu. Perang pendapat tentang ekonomi dapat kami menangkan sampai di final dan pulang dengan membawa piala.
Kemudian saya juga pernah menjuarai lomba menulis essay tingkat nasional. Lomba ini berlangsung di kampusku sendiri, cuman beda fakultas. Dengan analisis mengenai pendidikan kepada masyarakat yang cukup menjajikan keberhasilanya saya mampu memperdaya dewan juri untuk menempatkanku pada posisi ke 3. Untung saja saya menang, karena dana Bidik Misi yang terlambat cair, dan uang di ATM tinggal Rp. 50.000,- sehingga bisa menambah biaya hidupku ke depan. Namun, ternyata uang yang aku dapat dalam lomba tersebut harus saya gunakan untuk mengikuti lomba di ITS Surabaya, dengan menunggang kereta ekonomi kita sampai di kota pahlawan tersebut.
Dengan analisis isu dan permasalahan yang kami olah dengan jeli, dan dengan kemampuan bertutur kata yang kami pahat di komunitas, kami berusaha menampilkan yang terbaik. Sebagai mahasiswa ekonomi ini merupakan tantangan bagi aku dan timku untuk membuktikan siapa yang terbaik. Terlebih, fakultasku yang mengaku menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan, perlombaan ini merupakan uji coba keberhasilan fakultasku dalam membina ekonom mudanya yang berjiwa ekonomi kerakyatan. Dan akhirnya kami mampu membawa pulang piala dan penghargaan lainya. Dengan kemampuan kami dalam memberikan dan mempertahankan argumen kami, mampu menyakinkan dewan juri untuk menjadi yang terbaik.
Kami berhasil menjadi juara satu dalam lomba ini, syukur dan haru bercampur dengan bahagia terlebih untuk diriku yang dana Bidik Misi-nya belum cair. Ini merupakan rezeki yang cukup untuk biaya hidupku ke depan. Bahagia semakin nayata terlihat ketika foto kami saat memegang piala kemenangan di pajang di depan Rektorat, ya mungkin itu cara dari birokrasi untuk memberikan penghargaan kepada kami.
Mungkin banyak sekakali kisah yang lebih menginispirasi dari pada kisahku. Aku yang baru berjalan 4 semester masih terlalu dini untuk dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi. Masih banyak hal yang belum diraih dan dicapai untuk mendapat predikat tersebut. Namun tidak ada salahnya berbagi dengan teman-teman terutama mahasiswa Bidik Misi. Tidak ada ilmu yang mubazir jika kita mensyukurinya. Dan ingatlah teman-teman, berprestasi bukan hanya kita saat mampu mengangkat piala dan berhasil meraih IPK tinggi semata. Berbuat baik, menjadi lebih baik, dan menjalankan tugas kita sebgai mahasiswa dengan baik dan benar itu juga termasuk prestasi. Selamat berprestasi! Demikian kisahku, bagaimna kisahmu?
**) Eko Siam Muwardi, Pendidikan Ekonomi 2014

Shortlink

FOMUNY BULETIN: WAJAH BARU FOMUNY 2016

12605489_1030824373626524_1230165967989888846_o
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hirobillalamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat kepada kita semua sehingga buletin ini bisa di terbitkan di tengah kesibukan mahasiswa kuliah. Buletin yang digagas oleh pengurus FOMUNY ini adalah salah satu media informasi bagi mahadiksi UNY. Diharapkan dengan adanya buletin ini bisa menambah pengetahuan dan informasi seputar FOMUNY, Bidikmisi, karya sastra mahadiksi UNY sampai dengan mahasiswa berprestasi bidikmisi UNY.
Di edisi perdana ini kami mengangkat tema ”Wajah Baru FOMUNY 2016”. Tema itu kami angkat karena kebanyakan dari mahadiksi UNY kurang tahu apa itu FOMUNY. Selanjutnya buletin ini akan terbit setiap dua bulan sekali dengan tema dan informasi yang lebih menarik tentunya.
Akhir kata, semoga buletin ini mampu memberikan pengetahuan serta semangat kepada mahasiswa untuk membaca dan menulis, dan tentunya kesalahan ataupun banyak kekurangan baik dari segi bahasa, tulisan dan lainnya menghiasi buletin ini. Kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan demi kemajuan buletin ini kedepannya. Terimakasih atas perhatiannya selamat membaca.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ayu Wulandari Arum, Ketua Divisi PR-Media Fomuny 2016

Link Buletin Vol 1 Nomor 1 April-Mei 2016: http://www.4shared.com/photo/zsXLYXL8ce/1_Buletin_Fomuny.htmlhttp://www.4shared.com/photo/Ju-b-WSVce/2_Buletin_Fomuny_.html

Shortlink

PROGRAM KERJA FOMUNY (FAMILY OF MAHADIKSI UNY) 2016

10477264_800156403386507_7482592174722594829_o
KARANGMALANG-Family of Mahadiksi UNY (Fomuny) memiliki pasangan pemimpin baru. Ketua Fomuny dan Wakil Ketua Fomuny 2016 terpilih adalah pasangan Bangun Tri Sudiatno dari Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Otomotif dan Risma Widayati dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Fisika 2014.
Family of Mahadiksi UNY itu sendiri adalah keluarga mahasiswa bidik Misi UNY yang terlahir saat musyawarah besar tanggal 5 Januari 2013. Fomuny bukan organisasi politik maupun sebuah ormawa kampus melainkan sebuah keluarga yang mempunyai organisasi yang fokus dalam ranah sosial dan kemasyarakatan. Selain itu dengan adanya fomuny diharapkan dapat menjadi wadah dan pusat informasi bagi Mahadiksi UNY.
Karena itu, Fomuny 2016 melakukan program kerja kepengurusan baru dan semangat baru dengan serangkaian program kerja dari setiap divisi, Jumat (21/14/2016). Adapun divisi dari Fomuny itu sendiri terbagi menjadi lima divisi seperti divisi PR-Media, KWU (kewirausahaan), Mikat (Minat dan Bakat), Kesma (kesejahteraan masyarakat), dan PSDM. Program kerja yang yang dipimpin langsung oleh Bangun Tri Sudianto tersebut dapat terlaksana dengan lancar dengan arahan sejumlah DPO dan ketua Fomuny di era sebelumnya, Teguh Arifin.
Dalam kesempatan itu Ilmawan Mustaqim, S.Pd.T, M.T. selaku Pembina Fomuny memberikan arahan dan motivasi. Beliau mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama membangun Fomuny dan UNY menjadi lebih baik lagi. “Status kita semua sama, punya tujuan baik yaitu menjadikan fasilitator bagi mahasiswa Bidik Misi UNY yang jumlahnya cukup besar,” tutupnya.
(sahidunzuhri)

Shortlink

Info Lomba: Gadjah Mada Accounting Days (GMAD) 2016

poster fix1. Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) dengan bangga mempersembahkan,GMAD merupakan event terbesar tahunan dari departemen Akuntansi FEB UGM. GMAD tersusun atas 3 acara besar yaitu:
National Seminar (NS) : Mengusung tema besar “Konstruksi Ekonomi demi Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur Indonesia”, National Seminar hadir memenuhi keingintahuan khalayak umum mengenai pembangunan infrastruktur di Indonesia. Tanggal acara: 7 Mei 2016 (Lihat poster)
National Accounting Olympiad (NAO) : Dengan konsep utama “Olympiad Can Be Fun”, NAO menyajikan olimpiade akuntansi yang kompetitif namun tetap menyenangkan. Konsep ini membuat NAO spesial dan mendapat sambutan positif dari peserta-pesertanya dari tahun ke tahun. Terbuka untuk seluruh mahasiswa akuntansi seluruh Indonesia. Tanggal acara: 2-27 Mei 2016 (Lihat Poster)
Youth Economic Conference (YEC) : Dahulu dikenal sebagai Jogja International Conference (JIC), merupakan konferensi berskala internasional yang memfasilitasi delegasi-delegasi dari berbagai negara untuk berkumpul dan membahas tema utama tentang “The Impact of ASEAN Economic Community in the Betterment of Economy and Society”. Sehingga para delegasi dapat pulang dengan suatu solusi dan dapat mengimplementasikan pengetahuan dari konferensi ini di daerah asal mereka untuk perbaikan dunia ekonomi. Tanggal acara: 26-27 Mei 2016 (Lihat Poster)
Dengan 3 acara utama ini, GMAD berharap para peserta akan mendapat value added dari masing-masing acara. Adapun setelah 3 acara tersebut, semua peserta akan diajak mengenal dan mengelilingi Jogja dengan cara asyik di acara yang bernama “Jogja Amazing Race”, serta malam harinya peserta akan diajak untuk bersenang-senang dan bersuka cita di acara penutupan GMAD, “Gathering Night”.
Deadline 7 May 2016 23:59
Timeline Acara

8 April 2016: Deadline pendaftaran NAO
10 April 2016: Seleksi online NAO
24 April 2016: Pengumuman 35 besar NAO
7 Mei 2016: Hari H National Seminar
26-27 Mei 2016: Acara utama NAO
26-27 Mei 2016: Hari H Acara YEC
Kategori Peserta
Mahasiswa
Masyarakat
Hadiah/Fasilitas

NAO:
Juara 1: Rp11.000.000,00
Juara 2: Rp7.500.000,00
Juara 3: Rp5.500.000,00
YEC:
Total Hadiah: $1.800,00
Kontak Penyelenggara

National Seminar: Hasna (08562657000) , Azka (0811253883)
National Accounting Olympiad: Tika (082137948963)
Youth Economic Conference: Dilla (081226932096) , Hasna (08562657000)

Shortlink

MONITORING DAN EVALUASI MAHASISWA BIDIKMISI UNY 2016

IMG-20160416-WA0005
Seluruh mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi harus lulus tepat waktu. Sehingga setelah lulus mahasiswa bisa langsung melanjutkan S2. Demikian disampaikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd.,MA. pada monitoring dan evaluasi mahasiswa bidikmisi UNY di Auditoritum UNY, Jumat, 15 April 2016.
Acara yang dilakukan dalam rangka memantau perkembangan dan kemajuan belajar para mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi ini dihadiri oleh 1.173 orang mahasiswa bidikmisi angkatan 2014. Pada hari yang sama monitoring dan evaluasi akan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB yang akan dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2015. Acara tersebut akan dibersamai oleh Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd selaku Sekertaris Direktorat Belmawa.
Sebelumnya telah dilakukan acara yang sama yaitu pada Jumat, 1 April 2016 yang dihadiri mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2012, dan Selasa, 12 April 2016 yang dihadiri mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2013. Menurut Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Informasi (BAKI) UNY Sukirdjo, M.Pd Rizki Apriana, mahasiswa bidikmisi Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi adalah peraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi mahasiswa bidikmisi angkatan 2014.
Dalam kesempatan ini Trainer Nasional Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng. memapakarkan mengenai kunci sukses dalam belajar. Menurutnya orang hidup, sukses tidaknya dia bergantung kepada motivasi diri yang dimilikinya. Untuk itu bagi seorang mahasiswa yang ingin sukses dalam belajar, harus memerhatikan tiga hal yang dapat membangun motivasi dalam diri yang meliputi: manajemen pikiran, manajemen lisan, dan manajemen tindakan.
Para peserta monitoring dan evaluasi sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan Dosen sekaligus Ketua Humas Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta tersebut. Menurut Ayu, penerima beasiswa Bidikmisi dari Fakultas Bahasa dan Seni angkatan 2014 acara tersebut sangat bermanfaat.
“Selama ini cara belajar saya salah, setelah mengikuti materi motivasi dari Pak Erik saya menjadi tahu bahwa belajar yang benar itu tidak hanya sekedar membaca buku melainkan harus menimbulkan rasa emosional sehingga ilmunya dapat bertahan lama karena ilmu yang dipelajari dapat menembus faktor kritis sadar ke bawah sadar” (sahidunzuhri)

Shortlink

Berbagi Cinta di Panti Asuhan Bina Siwi

Panti Asuhan Bina Siwi  Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dalam Islam, dengan berbagai keistimewaan dan keberkahan yang luar biasa. Begitu juga dengan FOMUNY (Family Of Mahadiksi UNY) yang ingin berbagi cinta dan kebaikan di bulan ini. Bertempat di Komplek Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, tepatnya di Panti Asuhan Bina Siwi pada hari Sabtu kemarin (19/7), FOMUNY mengadakan agenda Bakti Sosial dan Buka Bersama. Agenda yang merupakan salah satu progarm kerja dari divisi Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengingatkan kembali akan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada masyarakat.

Disambut dengan seni musik Hadrah dan Band, menjadikan FOMUNY merasa bangga. Pasalnya, Panti Asuhan Bina Siwi merupakan rumah bagi 30 orang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang memiliki kelainan mental. Acara selanjutnya adalah sambutan dan pengenalan mengenai Panti Asuhan Bina Siwi.

“Anak-anak kami di sini merasa bahagia atas kedatangan mahasiswa bidikmisi dari UNY. Mereka merasa tidak sendiri dan bersemangat lagi untuk menjalani kehidupan”, tutur Pak Sukiman, S.Pd, selaku ketua pengelola Panti Asuhan Bina Siwi. Karena adzan maghrib berkumandang, acara dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat maghrib berjamaah. Nuansa keceriaan dan kebersamaan begitu terasa saat FOMUNY berbaur menjadi satu dengan anak-anak dari Panti Asuhan Bina Siwi.

Seperti yang diungkapkan oleh Teguh Arifin selaku Wakil Koordinator FOMUNY, bahwa “Setiap yang dilahirkan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri-sendiri. Yang terpenting adalah, bagaimana kita bisa memaksimalkan kelebihan kita serta menjadikan kekurangan sebagai kekuatan untuk menjalani hidup ini”, anak-anak Panti Asuhan Bina Siwi telah mampu untuk membuktikan bahwa kekurangan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkarya. Selain seni musik hadrah dan band, penghuni Panti Asuhan Bina Siwi juga diajarkan tentang membuat karya-karya yang dapat memiliki nilai guna. Karya tersebut antara lain kain batik, vas bunga, dan berbagai asesoris yang menarik.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan secara simbolis dan foto bersama oleh Panti Asuhan Bina Siwi beserta FOMUNY. Semoga kekeluargaan yang terjalin tidak hanya berhenti sampai di sini saja, dan menambah inspirasi bagi FOMUNY untuk berkarya, dan tidak melupakan akan hakikat kita ke depannya, yakni mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan agama. [Vth]